Pranala.co, SAMARINDA – Kepolisian Resor Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), mengungkap kasus perakitan 27 bom molotov di lingkungan Kampus 2 Universitas Mulawarman, Jalan Banggeris, Minggu (31/8) malam.
Kepala Polresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, menyatakan empat mahasiswa kini menjalani pemeriksaan intensif oleh Satreskrim.
“Dari 22 orang yang kami amankan semalam, empat berinisial MZ, FK, MAG, dan AR kami proses lebih lanjut karena diduga berperan langsung dalam pembuatan bom molotov,” kata Hendri saat konferensi pers, Senin.
Penemuan puluhan bom molotov berawal dari informasi intelijen terkait persiapan aksi anarkis yang rencananya digelar pada Senin.
Tim gabungan Polresta Samarinda dan TNI mendatangi sekretariat mahasiswa di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unmul. Di lokasi itu, aparat menemukan 22 mahasiswa beserta barang bukti 27 bom molotov siap pakai.
Selain itu, diamankan sisa bahan baku berupa satu jeriken pertamax, gulungan kain perca sebagai sumbu, dan gunting.
Kapolresta menjelaskan, empat mahasiswa tersangka memiliki peran berbeda-beda.
“Ada yang mengantar bahan baku pakai sepeda motor, ada yang memotong kain, hingga merakit botol menjadi bom siap digunakan,” jelas Hendri.
Sementara 18 mahasiswa lainnya yang turut diamankan dipulangkan setelah interogasi awal. Pihak kepolisian berkoordinasi dengan Wakil Rektor III Unmul terkait pengembalian mereka.
“Setelah interogasi, 18 mahasiswa ini tidak terbukti terkait pembuatan atau penyimpanan bom, sehingga dikembalikan ke pihak universitas,” ujar Hendri.
Kapolresta menegaskan, proses penyidikan dijalankan transparan dan berkeadilan. Ia juga menekankan, ulah ini merupakan tindakan segelintir oknum dan tidak mewakili gerakan mahasiswa secara keseluruhan.
Hendri menambahkan, aparat kepolisian tetap berkomitmen memberikan pengamanan humanis terhadap aksi unjuk rasa, memastikan kebebasan berpendapat tersalurkan dengan tertib dan damai tanpa tindakan anarkis. (DIAS)







