SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menunjukkan perhatiannya kepada para marbot dan penjaga rumah ibadah. Melalui program Gratispol (gratis perjalanan ibadah umrah dan religi), ribuan marbot akan diberangkatkan ke Tanah Suci secara bertahap.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kaltim, Dasmiah, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar janji. Menurutnya, ini adalah bentuk nyata apresiasi pemerintah kepada mereka yang sehari-hari menjaga kebersihan dan kenyamanan masjid maupun rumah ibadah lainnya.
“Ini wujud perhatian sekaligus motivasi agar para marbot lebih semangat menjalankan tugas,” ujarnya saat menjadi pembicara pada Dialog Publika, Kamis (21/8/2025).
Hingga kini, tercatat ada sekira 4.149 marbot dan penjaga rumah ibadah di Kaltim yang masuk daftar penerima manfaat.
Pada 2025, sebanyak 800 orang akan diberangkatkan. Jumlah itu akan meningkat menjadi 1.000 orang pada 2026.
“Perlu dipahami, keberangkatan bukan hanya soal jadwal, tapi juga kehendak Allah SWT. Kalau belum waktunya, tetap harus bersabar karena skemanya memang bertahap,” jelas Dasmiah.
Program Gratispol sudah diakomodasi dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Tahun pertama, anggaran disiapkan Rp32 miliar. Tahun kedua meningkat menjadi Rp33 miliar, seiring bertambahnya jumlah marbot yang akan diberangkatkan.
Selain pembiayaan umrah, anggaran itu juga mencakup biaya perjalanan religi bagi penjaga rumah ibadah non-muslim.
Guna memastikan program berjalan sesuai aturan, Pemprov Kaltim melakukan verifikasi ketat terhadap calon penerima.
Kriteria utama antara lain:
- Masa kerja minimal tiga tahun.
- Memiliki KTP Kaltim sekurang-kurangnya tiga tahun.
- Memiliki Surat Keputusan (SK) dari pengurus masjid atau rumah ibadah yang sudah divalidasi oleh Kementerian Agama setempat.
Selain itu, pemerintah juga hanya bekerja sama dengan penyelenggara travel resmi.
“Kami lakukan evaluasi travel. Pelayanan harus sesuai proposal dan benar-benar layak untuk jamaah,” tegas Dasmiah.
Lebih jauh, Dasmiah berharap program ini bisa menjadi berkah. Tidak hanya bagi marbot, tapi juga bagi masyarakat Kaltim secara luas.
“Manfaatkan sebaik mungkin. Teruslah bekerja dengan ikhlas. Semoga keberangkatan ini membawa keberkahan,” pungkasnya. (DIAS/SET)








