32 Jam Warga Penajam Terombang Ambing di Selat Mamuju

Niatnya Cari Ikan, Mesin Kapal Rusak

Warga Penajam Terombang Ambing di Laut 32 Jam.

SEBANYAK tiga nelayan Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, ditemukan selamat tim SAR gabungan, di perairan Selat Mamuju, Sulawesi Barat, usai KM Borneo, yang mereka gunakan mati mesin sejak Senin (6/7). Selama 32 jam ketiganya terombang ambing di laut.

Ketiga orang itu adalah warga Kelurahan Nenang, PPU, yang dicari tim SAR gabungan sejak pagi tadi. Mereka adalah Hermansyah (28) sebagai penyambang/pembeli ikan, Supiyan (24) sebagai kapten kapal, serta Imam Hanapi (25), sebagai anak buah kapal (ABK).

“Iya benar, Alhamdulillah sudah ditemukan selamat,” kata Kasubid Logistik dan Peralatan BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara Nurlaila, Rabu (8/7) sore.

Nurlaila menerangkan, kabar ketiganya ditemukan selamat, datang dari keluarga korban yang ikut melakukan pencarian. “Kami dapatkan rekaman suara, dari keluarga korban yang berangkat dari Nenang. Bahwa, KM Borneo ditemukan, dan semua ABK selamat,” ujar Nurlaila.

Nurlaila menerangkan, KM Borneo mengalami kerusakan, sehingga tidak dapat berlayar. Kondisinya, terombang ambing di perairan Selat Mamuju, sekitar 5 jam dari Penajam. “Keadaan kapal terombang ambing di laut selama 32 jam, setelah as kapal patah, dan tidak bisa bergerak,” sebut Nurlaila, menirukan pernyataan keluarga korban.

Kini, ketiga orang dicari itu, sedang berada di speedboat BPBD PPU. “Menuju ke dermaga PT PHKT (Pertamina Hulu Kalimantan Timur) base Penajam. Keluarganya juga sedang menunggu dermaga,” ungkap Nurlaila.

Keterangan terpisah, Kasi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan Octavianto menerangkan, ketiga nelayan itu ditemukan sekira pukul 14.45 Wita. “Sementara kondisi kapal (KM Borneo) mati, dan kapal itu sedang ditarik pihak keluarganya,” kata Octavianto.

Untuk diketahui, ketiga nelayan itu sebelumnya bertolak dari Penajam, menuju ke pulau Popongan, Sulawesi Barat, untuk membeli ikan dan akan dijual lagi ke Balikpapan. Disebabkan kapal tidak dalam kondisi baik, mereka baru kembali dari Popongan me Balikpapan, Senin (6/7).

KM Borneo yang digunakan ketiga nelayan itu, bersamaan berlayar dengan kapal lain dari Popongan, menuju Balikpapan. Namun, kapal lain itu tiba di Balikpapan, Selasa (7/7) dini hari kemarin. Sementara, KM Borneo tidak diketahui kabarnya. Akhirnya, keluarga korban melapor untuk meminta pertolongan pencarian. (*)

More Stories
Menkes Hapus Istilah ODP, OTG, dan PDP Corona