25 Anggota DPRD PPU Urunan Beli 200 APD Medis

Andi Muhammad, Ketua Komisi I DPRD PPU.

SEBANYAK 25 anggota DPRD Penajam Paser Utara sepakat menggalang dana iuran untuk membeli 200 Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis setempat.

“Bantuan pakaian APD ini diperuntukkan bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan yang bertugas di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) se-Kabupaten PPU,” ujar Andi Muhammad, Ketua Komisi I DPRD PPU, Ahad (19/4).

Kata dia, semua anggota dewan telah iuran untuk memenuhi kebutuhan APD. Nantinya akan disalurkan kepada tenaga medis dan tenaga kesehatan di lingkungan Dinas Kesehatan PPU. Penggalangan dan ini hasil kesepakatan. Sekaligus disepakati orang yang menjadi koordinator. Selanjutnya koordinator pengumpulan dana pun yang langsung memesan pakaian APD yang dimaksud.

Menurutnya, sebanyak 200 pakaian berupa ADP yang saat ini masih dalam proses pemesanan tersebut. Rencananya akan didistribusikan melalui Dinas Kesehatan setempat, sehingga dari Dinas Kesehatan yang mendistribusikan sesuai kebutuhan, karena dinas ini yang mengetahui secara persis berapa kebutuhan per masing-masing Puskesmas.

Iuran sesama anggota dewan ini dilakukan karena pihaknya menyadari bahwa untuk memerangi pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) tidak bisa dilakukan sendiri, namun diperlukan banyak pihak untuk bergotong royong melakukannya agar bisa memutus rantai penularannya.

Politisi Golkar ini juga menyebut bahwa ADP merupakan salah satu ‘senjata’ yang sangat dibutuhkan oleh tenaga kesehatan dalam menangani pasien terinfeksi virus Corona, sehingga ADP juga harus dilengkapi agar mereka tidak tertular.

Melalui pakaian ADP yang akan dibagikan, diharapkan dapat membantu kinerja tenaga medis dan tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan, dalam pencegahan dan penanganan COVID-19 yang tersebar pada empat kecamatan di Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Adanya tambahan 200 pakaian APD tentu diharapkan penanganan pandemi virus Corona bisa dilakukan dengan maksimal. Kita semua berharap wabah ini cepat berlalau, maka pola gotong royong ini harus dilakukan oleh berbagai pihak,” tutur Andi Muhammad. (*)

More Stories
Diisolasi 2 Pekan, Mahasiswa Kukar Akhirnya Dipulangkan