2 Sekolah di Bontang Wakili Kaltim di Lomba UKS Nasional

Para tenaga pendidik TK Negeri 1 Bontang berpose di halaman sekolah. - Foto: Lutfi

pranala.co – Dua sekolah asal Kota Bontang, Kalimantan Timur berhasil meraih peringkat pertama Lomba Sekolah Sehat – Usaha Kesehatan Sekolah (LSS-UKS) se-provinsi Kalimantan Timur, Juli lalu. Kini, keduanya mempersiapkan diri melenggang ke kancah Nasional sebagai perwakilan Kalimantan Timur Oktober mendatang.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Saparudin mengatakan dua sekolah yang akan mewakili Kalimantan Timur bersaing dengan 33 provinsi dalam Lomba LSS – UKS adalah TK Negeri 1 Bontang dan SMP Negeri 5 Bontang.

Kata dia, selama proses menuju perlombaan hendaknya para guru tetap memperioritaskan proses pembelajaran yang efektif dan tepat sasaran terlebih masih menggunakan skema pembelajaran dalam jaringan (Daring).

“Sebenarnya semua jenjang kami daftarkan untuk mengikuti lomba tingkat provinsi. Mulai dari TK, SD, dan SMP. Alhamdulillah, yang lolos seleksi ada dua sekolah,” ucapnya pada awak media melalui sambungan seluler, Minggu (15/8).

Meski tak berharap lebih untuk memenangkan perlombaan tingkat Nasional, Sapar mengaku pihaknya akan terus memberi dukungan dengan melakukan pendampingan secara berkala. “Yah kita maksimalkan pembinaannya, yang tidak cuma dari kami, namun ada juga dari berbagai pihak semisal Puskesmas setempat,” sambungnya.

Terpisah, Kepala Sekolah TK Negeri 1 Bontang, Siti Asiyah mengungkapkan bersaing dengan berbagai provinsi bukalah hal mudah. Terlebih ini kesempatan kali pertama mengikuti lomba UKS tingkat Nasional. Untuk itu, pihaknya akan berusaha mengembangkan inovasi terbaru yang tidak lepas dari ciri khas Kota Bontang.

“Kalau ciri khas sekolah kami ini ada ikan dalam ember. Namun, setelah mendapat masukan dari berbagai pihak kami akan mengembangkan inovasi yang lebih baik lagi,” kata Asiyah.

Agar meraih juara dalam LSS-UKS, Asiyah mengaku memerlukan dukungan dari semua pihak. Bukan hanya dari pemerintah daerah dan warga sekolah saja melainkan lingkungan sekitar sekolah.

“Kami juga butuh dukungan masyarakat yang berada di lingkungan sekolah setidaknya jarak 100 meter lah. Setidaknya pekarangan rumah itu rapi, bersih, sampah tidak berserakan,” harap Asiyah. (*)

More Stories
Sering Kecolongan, ‘Jalan Tikus’ Masuk Kutim Ditutup