Pranala.co, SANGATTA — Ribuan warga Kutai Timur (Kutim) bakal segera ditertibkan dokumen kependudukannya. Pasalnya, hingga kini sekira 2.000 warga masih tercatat sebagai penduduk Kota Bontang, meski sudah lama tinggal di wilayah Kutim.
Temuan itu disampaikan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kutim, Jumeah. Ia menegaskan penertiban ini penting untuk memperbaiki akurasi data penduduk dan menegaskan batas administrasi antara dua daerah bertetangga tersebut.
“Masih ada warga Kutim yang ber-KTP Bontang, padahal sudah lama berdomisili di wilayah Kutim,” ujar Jumeah.
Menurutnya, penertiban akan dilakukan bertahap. Mulai dari sosialisasi, pembersihan data (scrubbing), hingga turun langsung ke lapangan. Petugas akan memberikan pemahaman kepada warga agar dokumen kependudukan sesuai dengan alamat tempat tinggal.
“Kami sudah jadwalkan sosialisasi hari Kamis ini di wilayah Bengalon dan Kampung Sidrap. Tujuannya agar warga paham pentingnya memiliki dokumen sesuai tempat tinggalnya,” kata Jumeah.
Sosialisasi dilakukan bersama perangkat kecamatan dan desa. Harapannya, kolaborasi ini dapat memperkuat validitas data kependudukan di Kutai Timur.
“Kami ingin semua elemen ikut berperan agar data kependudukan Kutim semakin valid,” tambahnya.
Jumeah menjelaskan, fenomena ini bukan hal baru. Banyak warga Kutim lahir di Bontang atau pernah bekerja di sana. Namun setelah menetap di Kutim, mereka tidak mengubah identitas kependudukannya.
Sayangnya, ketidaksesuaian data bisa berdampak panjang. Mulai layanan BPJS, bantuan sosial, hingga hak pilih dalam pemilu. “Kalau datanya salah, bisa berpengaruh ke banyak hal,” tegasnya.
Sebagai bentuk pelayanan inklusif, Disdukcapil Kutim menyiapkan program jemput bola. Petugas akan mendatangi warga yang kesulitan datang ke kantor kecamatan. Mulai dari perekaman data hingga pencetakan dokumen dilakukan di lokasi.
Dengan langkah ini, Jumeah menegaskan komitmen Disdukcapil untuk memastikan setiap warga Kutai Timur memiliki dokumen kependudukan yang benar dan sah.
“Kami ingin memastikan data penduduk benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan,” tegas dia. (ADS)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami










