BALIKPAPAN, Pranala.co — Dinas Sosial (Dinsos) Kota Balikpapan mengusulkan 2.913 pekerja rentan sebagai penerima program jaminan sosial ketenagakerjaan (Jamsostek) tahun 2026. Namun, realisasi program tersebut masih menggantung. Menunggu satu lembar Surat Keputusan (SK) Wali Kota.
Kepala Dinsos Balikpapan, Edy Gunawan, menjelaskan data penerima yang diajukan telah melalui proses verifikasi administratif serta koordinasi lintas perangkat daerah.
“Data yang kami ajukan sudah melalui proses verifikasi dan koordinasi dengan instansi terkait,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Edy menyebut pihaknya telah mengirimkan surat resmi kepada Sekretaris Daerah Kota Balikpapan pada 10 Maret 2026. Isinya: permohonan persetujuan penerbitan SK Wali Kota untuk penetapan penerima manfaat.
Satu bulan berlalu. SK belum juga terbit.
Mayoritas calon penerima berasal dari sektor informal. Pedagang kecil. Buruh harian. Pekerja lepas. Kelompok dengan tingkat kerentanan ekonomi tinggi. Mereka yang belum memiliki perlindungan jaminan sosial secara mandiri.
“Sebagian besar penerima berasal dari sektor informal yang rentan terhadap risiko kerja, seperti kecelakaan kerja, namun belum memiliki jaminan sosial,” ungkap Edy.
Tanpa Jamsostek, mereka berjalan tanpa jaring pengaman. Kecelakaan di tempat kerja bisa berarti kebangkrutan keluarga.
Program ini merupakan komitmen pemerintah daerah menghadirkan perlindungan sosial inklusif. Dengan Jamsostek, pekerja diharapkan tetap memiliki perlindungan dasar saat menghadapi risiko kerja. Sekaligus menjaga ketahanan ekonomi keluarga.
Tapi komitmen itu masih berupa angka di atas kertas. 2.913 orang. Menunggu.
Dia berharap proses administrasi segera rampung. “Kami berharap program ini bisa segera berjalan setelah SK diterbitkan, sehingga para pekerja rentan di Balikpapan dapat memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujarnya.
Edy berharap lagi. Program ini mampu memberikan rasa aman. Bagi pekerja. Bagi keluarga mereka. Terutama saat risiko kerja yang tidak terduga datang. Tapi pertama-tama, SK Wali Kota harus turun. (SR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















