Pranala.co, BONTANG — Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Bontang mengonfirmasi temuan 11 kasus positif campak sepanjang 2025. Kasus itu muncul dari total 61 laporan suspek campak rubella yang diterima dari berbagai fasilitas kesehatan di seluruh kota.
Kepala Diskes Bontang, Bahtiar Mabe, mengatakan data tersebut diperoleh dari hasil pemantauan rutin dan pemeriksaan laboratorium.
“Selama tahun 2025 kami menerima 61 laporan suspek campak rubella. Setelah diuji, 11 di antaranya dinyatakan positif campak,” jelas Bahtiar, Senin (6/10).
Bahtiar menegaskan, pihaknya terus memperkuat pengendalian penyakit menular ini. Langkah yang ditempuh ada dua: imunisasi rutin dan surveilans aktif di masyarakat.
“Pencegahan paling efektif tetap imunisasi. Kami mengimbau para orang tua memastikan anak-anak mereka mendapat imunisasi campak rubella sesuai jadwal,” ujarnya.
Guna memperluas pengawasan, Dsnkes Bontang menggandeng puskesmas, sekolah, dan kader kesehatan di setiap kelurahan.
Mereka diminta lebih waspada terhadap gejala awal campak, seperti demam tinggi, ruam kulit, batuk, dan pilek.
“Kami terus memantau setiap laporan baru agar tidak terjadi penularan yang meluas di masyarakat,” tambahnya.
Diskes Siapkan Imunisasi Massal
Temuan 11 kasus itu membuat Bontang resmi masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB). Sebab, sesuai ketentuan, status KLB dapat ditetapkan jika ditemukan lebih dari dua kasus positif campak dalam satu wilayah.
Menindaklanjuti hal itu, Diskes Bontang berencana menggelar Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi tanggap darurat secara serentak.
“Meski seluruh pasien sudah sembuh, angka ini tetap masuk status KLB. Maka imunisasi massal harus segera dilakukan,” ungkap Bahtiar.
Bahtiar juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan penyakit ini. Campak atau measles merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus, dan dapat menyebar sangat cepat melalui percikan ludah penderita.
“Campak bisa menimbulkan komplikasi serius seperti pneumonia, diare berat, hingga radang otak, terutama pada anak-anak yang belum diimunisasi,” jelasnya.
Jika terlambat diatasi, campak bahkan bisa berujung fatal. Karena itu, Dinkes meminta masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat bila menemukan gejala serupa.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menganggap enteng penyakit ini. Segera periksa ke dokter jika ada gejala awal,” ajak Kadiskes Bontang, Bahtiar. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami










