Pranala.co, BONTANG – Hujan deras sejak Senin (15/9/2025) malam membuat ribuan warga Kota Bontang harus berjibaku dengan banjir. Air tak hanya menggenangi jalan, tapi juga masuk ke rumah-rumah warga.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat, sedikitnya 1.296 kepala keluarga (KK) terdampak. Jika dihitung jiwa, lebih dari 2.000 orang kini harus bertahan dalam kondisi serba terbatas.
Kelurahan Api-Api menjadi titik banjir paling parah. Tercatat 29 RT terendam. RT 07 mencatat jumlah terdampak terbanyak, yaitu 180 KK atau sekitar 600 jiwa. Disusul RT 29 dengan 150 KK (300 jiwa), serta RT 40 dengan 80 KK (215 jiwa).
“Pendataan masih berjalan, tapi hingga sore sudah lebih dari dua ribu jiwa terdampak,” jelas Kepala BPBD Bontang, Usman, didampingi Kabid Kedaruratan Ismail Abdullah, Selasa (16/9).
Banjir juga melanda Kelurahan Guntung. Ada sembilan RT yang terendam. Paling banyak di RT 06 dengan 46 KK (106 jiwa), RT 11 dengan 44 KK (162 jiwa), serta RT 15 dengan 45 KK.
Di Kelurahan Satimpo, dua RT terdampak, yakni RT 21 dengan 20 KK (50 jiwa) dan RT 25 dengan 40 KK (110 jiwa).
Delapan Dapur Umum Dididirikan
Untuk memenuhi kebutuhan warga, pemerintah bersama relawan mendirikan delapan dapur umum di lokasi banjir.
“Fokus utama kami saat ini adalah pemenuhan logistik, terutama makanan siap saji bagi warga yang tidak bisa memasak,” terang Ismail.
BPBD mengingatkan masyarakat agar tetap siaga menghadapi potensi hujan susulan. Usman menegaskan, keselamatan warga adalah prioritas.
“Kami minta warga tidak meremehkan kondisi ini. Simpan barang-barang penting di tempat aman. Jika air terus naik, segera evakuasi ke lokasi lebih tinggi,” imbaunya.
BPBD juga mengingatkan warga menjaga kebersihan, menggunakan alas kaki saat beraktivitas di genangan, dan segera mencari bantuan medis bila merasa sakit.
Hingga Selasa malam, petugas bersama relawan masih berjaga. Distribusi bantuan logistik terus dilakukan sambil memantau ketinggian air di titik rawan banjir. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami








