1.242 Orang Berstatus Monitoring, Arus Warga ke Bontang Tinggi selama Lebaran

  • Whatsapp

TIM Gugus Covid-19 Kota Bontang menyebut jelang Hari Raya Idulfitri sampai dengan hari ini, Sabtu (30/5) terjadi peningkatan mobilisasi massa ke Kota Bontang. Buktinya sampai hari ini per pukul 14.00 Wita masih 1.242 orang berstatus monitoring. Itu sudah termasuk hari ini ada penambahan 45 orang.

“Jika data keseluruhan ada 7.455 orang berstatus monitoring. 706 orang diantaranya ada keluhan,” jelas Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang, dr Bahauddin lewat siaran persnya, Sabtu (30/5) petang.

Bacaan Lainnya

Sementara hingga hari ini, pasien sembuh 6 orang dan masih dirawat 6 orang. Angka ini belum ada penambahan. Sedangkan 1 Orang Tanpa Gejala (OTG) selesai pemantauan. (Selengkapnya lihat grafis)

Bahauddin menjelaskan mereka pelaku perjalanan yang melapor akan masuk dalam status monitoring. Serta mendapatkan penjelasan protokol kesehatan.

Orang paling berisiko terinfeksi Covid-19 adalah pelaku perjalanan. Terutama dari wilayah transmisi lokal. Pelaku perjalanan bisa tertular ketika berada di wilayah yang terjadi transmisi lokal atau pada saat melakukan perjalanan.

Sehingga sebagai tindakan pencegahan, Pemkot Bontang melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 menerbitkan protokol kedatangan. Yakni, semua pelaku perjalanan yang baru datang wajib melapor ke PSC Call Center melalui Telpon, WA, SMS ke nomor 08115407119 atau mengisi google form https://bit.ly/covidbontang (tidak perlu datang).

 

“Perlakuan bagi status monitoring adalah wajib isolasi mandiri selama 14 hari, melakukan pemantauan kondisi secara mandiri,” jelas Baha.

Lanjut dia, mereka pun wajib melapor jika ada keluhan, mengakses layanan kesehatan jika sakit, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Antara lain; lebih sering cuci tangan, makan sayur dan buah, olahraga terukur, dan menghindari stres.

Namun, masalahnya sekarang, Bahauddin berkata tidak semua pelaku perjalanan melapor, sehingga tidak terpantau petugas. Makanya, dia tambahkan, Relawan Muda COVID-19 yang baru dibentuk salah satu tugasnya adalah surveilans berbasis masyarakat.

“Nantinya mengawasi wilayah, mendorong orang yang baru datang untuk melapor ke PSC Call Center dan disiplin isolasi mandiri sesuai protokol kesehatan,” jelas Bahauddin. (*)

Pos terkait